OVO Kampanyekan #RaihIkhlas dan Bijak Kelola Keuangan

Sumseltimes.com – OVO sebagai platform pembayaran digital dan layanan keuangan terdepan di Indonesia menggaungkan kampanye dan inspirasi “#RaihIkhlas” untuk membantu penggunanya menjalani Ramadan dengan lebih baik melalui fitur-fitur layanannya seperti pembayaran digital termasuk juga fitur donasi, OVO | Proteksi dan OVO | Invest.

Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit, mengatakan, ramadan bulan penuh kebaikan dan keberkahan adalah bulan yang selalu ditunggu umat Muslim. 

Ramadan menjadi momen introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya menjadi pribadi ikhlas, terlebih lagi dalam kaitannya kita harus kembali menjalani Ramadan di masa pandemi di mana banyak sekali tantangan dan cobaan yang harus kita hadapi dengan hati yang ikhlas. 

Salah satu dari tantangan itu adalah mengenai mengatur keuangan di masa ramadan. OVO melalui semangat keikhlasan menggaungkan kampanye #RaihIkhlas dalam menerima dan melepaskan kekhawatiran untuk mencapai Hari Kemenangan. 

“Untuk itu OVO melalui kampanye #RaihIkhlas berupaya untuk mendukung masyarakat pada saat ini melalui kemudahan solusi pembayaran, investasi dan asuransi digital termasuk juga kemampuan untuk menyalurkan sedekah secara online,” kata Harumi, Selasa (13/4/2021). 

OVO juga mengumumkan survei perilaku masyarakat Indonesia terkait pengelolaan keuangan di ramadan dan masa pandemi covid-19. 

Adapun tujuan dilakukannya survei ini adalah ingin mengetahui perilaku masyarakat Indonesia dalam pengelolaan keuangan di bulan Ramadan khususnya di masa pandemi, sehingga OVO sebagai layanan keuangan dapat membantu masyarakat memberikan solusi dan inspirasi mengatur pengelolaan keuangan yang lebih baik. 

Survei tersebut mengungkap beberapa fakta, antara lain 6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama ramadan, terlebih karena pandemi dimana kebutuhan cenderung lebih banyak. 

4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat ramadan. Dan sebanyak 43 persen orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Hanya 4 dari 10 orang yang menyimpan THRnya untuk tabungan jangka panjang.

Kemudian, 50 persen orang akan tetap memberi THR meskipun tidak dapat bertemu saudara dan kerabat. THR tersebut akan dibagikan melalui transfer. Tidak mendapat THR menjadi kekhawatiran terbanyak yang dipilih responden terkait ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Reporter: Tiani