Eks Anggota DPRD Palembang Sekaligus Bandar Narkoba Dituntut Hukuman Mati

Sumseltimes.com – Doni, mantan anggota DPRD Palembang bersama lima rekannya pemilik sabu 4Kg dan 21 ribu ekstasi dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang.

Doni bersama lima terdakwa lainnya dituntut dengan Pasal 114 Ayat 2 jo 132 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Pembacaan tuntutan ini pun dibacakan secara virtual oleh tim JPU Kejari Palembang yang diketuai oleh majelis hakim Bongbongan Silaban di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus, Kamis (4/3/2021).

Usai persidangan, Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Palembang, Agung Ary Kesuma mengatakan pertimbangan dituntutnya kelima terdakwa dengan hukuman vonis mati itu karena mereka merupakan jaringan lintas negara.

Selain itu, barang bukti yang didapat dari kelima terdakwa itu sangat banyak yakni 4Kg sabu dan 21 ribu ekstasi.

“Khusus untuk terdakwa Dony ada pertimbangan   tambahan yakni ia merupakan tokoh masyarakat yang seharusnya memberikan contoh,” kata Agung.

Saat disinggung mengenai jaringan lintas negara, Agung menyatakan hal tersebut diketahui dalam fakta persidangan. 

“Jadi dalam fakta persidangan itu dijelaskan bahwa mereka mendapatkan barang tersebut dari seorang bernama Rz yang berasal dari Malaysia yang kini masih jadi buron,” tuturnya. 

Untuk diketahui kronologi kejadian penangkapan Doni bersama lima rekannya terjadi pada September 2020 di Jalan Riau Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang.  

Adapun terdakwa bernama Doni, Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Suharman, dan Mulyadi. Sedangkan salah satu terdakwa lainnya bernama Joko Zulkarnain berhasil melarikan diri saat di rawat di rumah sakit Bhayangkara Palembang, 16 Januari 2021 lalu.

Hingga saat ini tim Kejari Palembang bersama pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap Joko Zulkarnain.

Editor: WW